sistem bisnis yang kompleks

Standard

2  Etika   
A. Pengertian Etika
Etika merupakan keyakinan mengenai tindakan yang benar dan yang salah atau tindakan yang baik dan yang buruk yang memepengaruhi hal lainnya. Nilai-nilai dan moral pribadi perorangan dan konteks social menentukan apakah suatu perilaku tertentu dianggap sebagai perilaku yang etis atau tidak etis. (Ricky W.Grifin, RONALD J. EBERT,2006:58)
    Perkataan etika berasal dari perkataan yunani yaitu, Ethos yang berarti karakter atau sifat individu yang baik. Pada dasarnya etika dapat didenfinisikan sebagai prinsip-prinsip moral dalam hidup manusia yang akan menentukan tingkah laku yang benar yang harus dijalankan dan tingkah laku yang salah yang harus dihindari. (Sadono sukirno, 2012)
Etika adalah suatu study mengenai yang benar dan yang salah dan pilihan moral yang dilakukan seseorang. Keputusan etik adalah suatu hal yang benar mengenai perilaku standar. Etika bisnis kadang-kadang disebut pula etika manajemen ialah penerapan standar moral kedalam kegiatan bisnis.( Prof.Dr.H.Buchari Alma Columbus, 1992:184)
Dari berbagai pembahasan definisi tentang etika tersebut di atas dapat diklasifikasikan menjadi tiga (3) jenis definisi, yaitu sebagai berikut:
     1. Jenis pertama, etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia.
     2. Jenis kedua, etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama.
     Definisi tersebut tidak melihat kenyataan bahwa ada keragaman norma, karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat, akhirnya etika menjadi ilmu yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik.
    3. Jenis ketiga, etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif, dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya terhadap perilaku manusia. Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan adanya fakta, cukup informasi, menganjurkan dan merefleksikan. Definisi etika ini lebih bersifat informatif, direktif dan reflektif.

    Jadi sebenarnya perilaku yang etis itu ialah perilaku yang mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangannya. Dalam islam etika bisnis ini sudah banyak dibahas dalam berbagai literatur, dan sumber utamanya adalah Al-Qur’an dan sunah rasul.
B. Macam-macam Etika
     Dalam membahas Etika sebagai ilmu yang menyelidiki tentang tanggapan kesusilaan atau etis, yaitu sama halnya dengan berbicara moral (mores). Manusia disebut etis, ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan pihak yang lainnya, antara rohani dengan jasmaninya, dan antara sebagai makhluk berdiri sendiri dengan penciptanya. Termasuk di dalamnya membahas nilai-nilai atau norma-norma yang dikaitkan dengan etika, terdapat dua macam etika (Keraf: 1991: 23), sebagai berikut:
1. Etika Deskriptif
     Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia, serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. Artinya Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya, yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya. Dapat disimpulkan bahwa tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat bertindak secara etis.
2. Etika Normatif
     Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Jadi Etika Normatif merupakan normanorma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk, sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat.
2.3 Etika Bisnis
A. Pengertian Etika Bisnis
Etika bisnis merupakan penerapan tanggung jawab social suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri.(Drs. Indriyo Gitosudarmo,M.Com, pengantar bisnis edisi 2, BPFE Yogyakarta 1992)
    Etika bisnis merupakan etika yang berlaku  pada kelompok pelaku bisnis dan semua pihak yang terkait dengan kelangsungan usaha termasuk didalamnya adalah para competitor. (pengantar bisnis, Afwan Hariri.
Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.
Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.
Bisnis adalah fenomena social yang secarauniversal harus berpijak pada tata nilai yang berkembangdi masyarakat yang mencakup:
1. peraturan peraturan yang dikembangkan oleh pemerintah atau asosiai yang berkaitan dengan jenis kegiatan bisnis atau niali yang dibangun oleh perusahaan
2. kaidah-kaidah sosio cultural yang berkembang dimasyarakat
dalam masalah kebijakan etis, organisasi akan mengalami pilihan sulit.

  Etika bisnis tersebut meliputi etika dalam berinteraksi, yaitu:
1.    Interaksi dengan konsumen
2.    Interaksi dengan produsen lain
3.    Iklan terhadap anak-anak
4.    Iklan jasa professional
5.    Iklan rokok, minuman yang memabukan
6.    Etika dan suppliers
7.    Etika terhadap pesaing
8.    Etika hubungan dengan karyawan
9.    Etika hubungan dengan public (Buchori Lama 168-176:1988).
 

Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Jouurnal (1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
1. Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
2. Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
3. Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.
B. Hal-hal yang mempengaruhi keputusan bisnis
Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh .Ada beberapa kelompok yang dapat mempengaruhi kepentingan bisnis diantaranya:
1.    Para pengusaha dan mitra usaha.
2.    perusahaan pemasok bahan baku.
3.    organisasi pekerja yang mewakili pekerja.
4.    pemerintah yang mengatur kelancaran aktivitas usaha.
5.    bank penyandang dana perusahaan.
6.    investor penanam modal.
7.    masyarakat umum yanag dilayani.
8.    Pelanggan yang membeli produk
C.Manfaat Etika Berbisnis
Adapun manfaat perusahaan berperilakuy etis adalah:
1.    Perusahaan yang etis dan memiliki tanggung jawab social mendapatkan rasa hormat dari steakholder
2.    Kerangka kerja yang kokoh memandu manager dan karyawan perusahaan sewaktu berhadapan dengan rumitnya pekerjaan dan tantangan jaringan kerja yang semakin komplek
3.    Suatau perusahaan akan terhindar dari seluruh pengaruh yang merusak berkaitan dengan reputasi
4.    Banyak perusahaan yang menerapkan perilaku etis dan tanggung jawab social dapat menambah uang dalam bisnis mereka.
Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang, karena :
a.    Mampu mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi, baik intern perusahaan maupun dengan eksternal.
b.    Mampu meningkatkan motivasi pekerja.
c.    Melindungi prinsip kebebasan berniaga.
d.    Mampu meningkatkan keunggulan bersaing.
Tidak bisa dipungkiri, tindakan yang tidak etis yang dilakukan oleh perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif, misalnya melalui gerakan pemboikotan, larangan beredar, larangan beroperasi dan lain sebagainya.  Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika bisnis, pada umumnya termasuk perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis, misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. Perlu dipahami, karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus semaksimal mungkin harus mempertahankan karyawannya.

Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan kedalam manajemen korporasi yakni dengan cara :
a.    Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik (code of conduct)
b.    Memperkuat sistem pengawasan
c.    Menyelenggarakan pelatihan (training) untuk karyawan secara terus menerus

Penerapan Etika pada Organisasi Perusahaan
Dapatkan pengertian moral seperti tanggung jawab, perbuatan yang salah dan kewajiban diterapkan terhadap kelompok seperti perusahaan, ataukah pada orang (individu) sebagai perilaku moral yang nyata? Ada dua pandangan yang muncul atas masalah ini :
•    Ekstrem pertama, adalah pandangan yang berpendapat bahwa, karena aturan yang mengikat, organisasi memperbolehkan kita untuk mengatakan bahwa perusahaan bertindak seperti individu dan memiliki tujuan yang disengaja atas apa yang mereka lakukan, kita dapat mengatakan mereka bertanggung jawab secara moral untuk tindakan mereka dan bahwa tindakan mereka adalah bermoral atau tidak bermoral dalam pengertian yang sama yang dilakukan manusia.
•    Ekstrem kedua, adalah pandangan filsuf yang berpendirian bahwa tidak masuk akal berpikir bahwa organisasi bisnis secara moral bertanggung jawab karena ia gagal mengikuti standar moral atau mengatakan bahwa organisasi memiliki kewajiban moral. Organisasi bisnis sama seperti mesin yang anggotanya harus secara membabi buta mentaati peraturan formal yang tidak ada kaitannya dengan moralitas. Akibatnya, lebih tidak masuk akal untuk menganggap organisasi bertanggung jawab secara moral karena ia gagal mengikuti standar moral daripada mengkritik organisasi seperti mesin yang gagal bertindak secara moral.
Karena itu, tindakan perusahaan berasal dari pilihan dan tindakan individu manusia, indivdu-individulah yang harus dipandang sebagai penjaga utama kewajiban moral dan tanggung jawab moral : individu manusia bertanggung jawab atas apa yang dilakukan perusahaan karena tindakan perusahaan secara keseluruhan mengalir dari pilihan dan perilaku mereka. Jika perusahaan bertindak keliru, kekeliruan itu disebabkan oleh pilihan tindakan yang dilakukan oleh individu dalam perusahaan itu, jika perusahaan bertindak secara moral, hal itu disebabkan oleh pilihan individu dalam perusahaan bertindak secara bermoral.
Prinsip-Prinsip EtikaBisnis
     Menurut salah satu sumber yang penulis kutip ada lima prinsip etika bisnis menurut Keraf (1994:71-75) diantaranya adalah :
1.    Prinsip Otonomi.
Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk bertindak berdasarkan kesadarannya sendiri. Bertindak secara otonom mengandaikan adanya kebebasan mengambil keputusan dan bertindak menurut keputusan itu. Otonomi juga mengandaikan adanya tanggung jawab. Dalam dunia bisnis, tanggung jawab seseorang meliputi tanggung jawab terhadap dirinya sendiri, pemilik perusahaan, konsumen, pemerintah, dan masyarakat.
2.    Prinsip Kejujuran.
Prinsip kejujuran meliputi pemenuhan syarat-syarat perjanjian atau kontrak, mutu barang atau jasa yang ditawarkan, dan hubungan kerja dalam perusahaan. Prinsip ini paling problematik karena masih banyak pelaku bisnis melakukan penipuan.
3. Prinsip Tidak Berbuat Jahat dan Berbuat Baik. Prinsip ini mengarahkan agar kita secara aktif dan maksimal berbuat baik atau menguntungkan orang lain, dan apabila hal itu tidak bisa dilakukan, kita minimal tidak melakukan sesuatu yang merugikan orang lain atau mitra bisnis.
4. Prinsip Keadilan. Prinsip ini menuntut agar kita memberikan apa yang menjadi hak seseorang di mana prestasi dibalas dengan kontra prestasi yang sama nilainya.
5. Prinsip Hormat Pada Diri Sendiri. Prinsip ini mengarahkan agar kita memperlakukan seseorang sebagaimana kita ingin diperlakukan dan tidak akan memperlakukan orang lain sebagaimana kita tidak ingin diperlakukan.

Selain itu juga ada beberapa nilai – nilai etika bisnis yang dinilai oleh Adiwarman Karim, Presiden Direktur Karim Business Consulting, seharusnya jangan dilanggar, yaitu :
•    Kejujuran Banyak orang beranggapan bisnis merupakan kegiatan tipu-menipu demi mendapat keuntungan. Ini jelas keliru. Sesungguhnya kejujuran merupakan salah satu kunci keberhasilan berbisnis. Bahkan, termasuk unsur penting untuk bertahan di tengah persaingan bisnis.
•    Keadilan – Perlakukan setiap orang sesuai haknya. Misalnya, berikan upah kepada karyawan sesuai standar serta jangan pelit memberi bonus saat perusahaan mendapatkan keuntungan lebih. Terapkan juga keadilan saat menentukan harga, misalnya dengan tidak mengambil untung yang merugikan konsumen.
•    Rendah Hati – Jangan lakukan bisnis dengan kesombongan. Misalnya, dalam mempromosikan produk dengan cara berlebihan, apalagi sampai menjatuhkan produk bersaing, entah melalui gambar maupun tulisan. Pada akhirnya, konsumen memiliki kemampuan untuk melakukan penilaian atas kredibilitas sebuah poduk/jasa. Apalagi, tidak sedikit masyarakat yang percaya bahwa sesuatu yang terlihat atau terdengar terlalu sempurna, pada kenyataannya justru sering kali terbukti buruk.
•    Simpatik – Kelola emosi. Tampilkan wajah ramah dan simpatik. Bukan hanya di depan klien atau konsumen anda, tetapi juga di hadapan orang-orang yang mendukung bisnis anda, seperti karyawan, sekretaris dan lain-lain.
•    Kecerdasan – Diperlukan kecerdasan atau kepandaian untuk menjalankan strategi bisnis sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku, sehingga menghasilkan keuntungan yang memadai. Dengan kecerdasan pula seorang pebisnis mampu mewaspadai dan menghindari berbagai macam bentuk kejahatan non-etis yang mungkin dilancarkan oleh lawan-lawan bisnisnya.
•    Lakukan dengan cara yang baik, lebih baik atau dipandang baik Sebagai pebisnis, anda jangan mematok diri pada aturan-aturan yang berlaku. Perhatikan juga norma, budaya atau agama di tempat anda membuka bisnis. Suatu cara yang dianggap baik di suatu Negara atau daerah, belum tentu cocok dan sesuai untuk di terapkan di Negara atau daerah lain. Hal ini penting kalau ingin usaha berjalan tanpa ada gangguan.
Menurut K. Bertens, ada3 tujuanyang ingin dicapai dalam mepelajari etika bisnis yaitu:
 
1.Menanamkan atau meningkakan kesadaran akan adanya demensi etis dalam bisnis.Menanamkan, jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada, meningkatkan bila kesadaran itu sudahada, tapi masih lemah dan ragu.Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakansegi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius.
2.Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis, serta membantu pebisnis/calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat.Dalam etika sebagai ilmu, bukan Baja penting adanya norma-norma moral, tidak kalah pentingadalah alasan bagi berlakunya norma-norma itu. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akansanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis.
3.Membantu pebisnis/calon pebisnis, untuk menentukan sikap moral yang tepat didalam profesinya(kelak).
Apakah etik bisnis mempengaruhi keputusan bisnis?
    Dalam keadaan seller’s market, artinya pasar dikuasai oleh penjual, dimana penjual yang berkuasa, etik bisnis kurang diperhatikan. Keadaan seller’s market ditemukan pada Negara-negara yang belum maju, barang dan jasa yang ditawarkan masih langka, sehingga para konsumen tidak dapat melakukan pilihan, para penjual dan produsen tidak memperhatika selera komsumen dan tidak memperhatikan servis yang memuaskan konsumen. Akibat yang berlarut-larut dari keadaan ini maka timbulah gerakan konsumerisme.
Akhirnya pemerintah harus turun tangan menyelesaikan masalah ini dengan membuat berbagai peraturan melindungi konsumen dan memaksakan berlakunya etik dalam bisnis.
Beberapa contoh etika bisnis dalam praktek sehari-hari adalah sebagai berikut.
1.    Dalam hubungan antara bisnis dengan konsumen suka digunakan promosi yang menyesatka atau bahkan menipu konsumen. Dalam ukuran seringkali digunakan ukuran yang sudah tidak valid, sehingga berat suatu barang tidak sesuai berat yang sebenarnya.
2.    Promosi untuk barang yang membahayakan kesehatan masyarakat, seperti alcohol, dan rokok. Masalah ini sudah ditangani oleh pihak pemerintah.
3.    Ada perusahaan besar mencoba menekan perusahaan kecil, atau menekan pihak pemasok agar mau menekan harga atau member korting lebih besar, jika tidak perusaan tidak akan membeli ari pemasok tersebut. Atau sebaliknya pihak pemasok besar mencoba menekan perusahaan kecil, agar membeli barangnya dengan harga semaunya pemasok, jika tidak barang tidak akan dikirim.
4.    Promosi atau seponsor yng dilakukan oleh pihak rumah sakit, dokter atau pengacara sampai saat in memang masih belum terlihat dan ini merupakan salah satu etika bisnis dalam bidang kesehatan.
5.    Kadang-kadang perusahaan memainkan trik-trik kotor dengan menyebarkan berita buruk tentang perusahaan saingannya dengan tujuan ingin menjatuhkan perusahaan saingan tersebut.
Disamping itu masih banyak lagi contoh etika bisnis yang berlaku dimasyarakat kita.

2.4 Bentuk-Bentuk Tanggung jawab sosial suatu bisnis
Penggunaan istilah Tanggungjawab Sosial Perusahaan atau atau Corporate Social Responsibility (CSR) akhir-akhir ini semakin populer dengan semakin meningkatnya praktek tanggung jawab sosial perusahaan, dan diskusi-diskusi global, regional dan nasional tentang CSR .
Istilah CSR yang mulai dikenal sejak tahun 1970-an, saat ini menjadi salah satu bentuk inovasi bagi hubungan perusahaan dengan masyarakat dan konsumen. CSR kini banyak diterapkan baik oleh perusahaan multi-nasional maupun perusahaan nasional atau lokal. CSR adalah tentang nilai dan standar yang berkaitan dengan beroperasinya sebuah perusahaan dalam suatu masyarakat. CSR diartikan sebagai komitmen usaha untuk beroperasi secara legal dan etis yang berkonstribusi pada peningkatan kualitas kehidupan karyawan dan keluarganya, komunitas lokal dan masyarakat luas dalam kerangka mmewujudkan pembangunan berkelanjutan.
CSR berakar dari etika dan prinsip-prinsip yang berlaku di Perusahaan dan dimasyarakat. Etika yang dianut merupakan bagian dari budaya (corporate culture); dan etika yang dianut masyarakat merupakan bagian dari budaya masyarakata. Prisnsip-prinsip atau azas yang berlaku di masyarakat juga termasuk berbagai peraturan dan regulasi pemerintah sebagai bagian dari sistem ketatanegaraan.

Tanggung jawab perusahaan adalah tindakandan kebijakan perusahaan dalam berinteraksi yang didasarkan pada etika. secara umum etika dipahami sebagai aturan tentang prinsip dan nilai moral yang mengarahkan perilaku sesorang atau kelompok masyarakat mengenai baik atau buruk dalam pengambilan keputusan. Menurut Jones, etika berkaitan dengan nilai-nilai internal yang merupakan bagia dari budaya perusahaan dan membentuk keputusan yang berhubungan dengan tanggung jawab social.

     Dunia bisnis hidup ditengah-tengah masyarakat. Kehidupannya tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu ada suatu tanggung jawab social yang dipikul oleh bisnis. Tanggung jawab social (Social Responbility) merupakan usaha suatu bisnis menyeimbangkankan komitmennya terhadap kelompok dan individu dalam lingkungannya yang meliputi, bisnis lain, karyawan, investor, dan komunitas local. (Ricky W.Griffin, : 68)
    Penjabaran dari kepeduliaan social dari suatu bisnis berbentuk pelaksanaan tanggung jawab social suatu bisnis. Dengan semakin tinggi tingkat kepeduliaan suatu bisnis berarti akan semakin meningkat pelaksanaan praktik bisnis yang etis dalam masyarakat. Dengan pelaksanaan etika bisnis maka kepentingan masyarakat banyak akan terlindungi dari praktek bisnis yang merugikan kepentingan masyarakat banyak.
    Beberapa bentuk pelaksanaan tanggung jawab social suatu bisnis yang dapat atau telah dilakukan oleh beberapa pengusaha khususnya di Indonesia dapat kita sebutkan disini yaitu:
1.    Pelaksanaan Hubungan Industrial Pancasila (HIP)

Kebanyakan pengusaha telah melaksanakan HIP dalam bentuk Kesempatan Kerja Bersama (KKB). KKB merupakan sebuah pedoman tentang hubungan antara pengusaha dengan para pekerja atau karyawan perusahaan yang biasanya dituangkan dalam sebuah buku. Dalam KKB diadakan berbagai ketentuan tentang hak-hak serta kewajiban karyawan. Kewajiban karyawan tentu saja sudah jelas yaitu melaksanakan tugas pekerjaan yang ditugaskannya bagi masing-masing karyawan sesuai dengan jabatannya. Sedangkan hak-hak karyawan, meliputi: cuti, tunjangan hari raya, dan pakaian kerja.

2.     Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/ atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/ atau kegiatan.
Dasar hukum AMDAL adalah PP No.27/ 1999 yang didukung oleh paket keputusan menteri lingkungan hidup tentang jenis usaha dan/ atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan AMDAL dan keputusan kepala BAPEDAL tentang pedoman penentuan dampak besar dan penting.
Tujuan dan sasaran AMDAL adalah untuk menjamin suatu usaha atau kegiatan pembangunan dapat berjalan secara berkesinambungan tanpa merusak lingkungan hidup. Dengan melalui studi AMDAL diharapkan usah dan / atau kegiatan pembangunan dapat memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam secara efisien, meminimumkan dampak negatip dan memaksimalkan dampak positip terhadap lingkungan hidup.
Umumnya yang bertanggung jawab terhadap koordinasi proses pelaksanaan AMDAL adalah BAPEDAL (Badan Pengendalian Dampak Lingkungan).

Banyak pengusaha telah melakukan AMDAL dalam melaksanakan kegiatan bisnisnya. Wujud nyata dari amdal tercemin dalam pelaksanaan pengolahan limbah industry sedemikian rupa sehingga limbah tersebut menjadi tidak menggangu lingkungan. Namun masih banyak pula pengusaha yang belum menyadari akan tanggung jawabnya terhadap pengolahan limbah industry.

3.    Penerapan Prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

Penerapan prinsip K3  telah banyak dilaksanakan oleh pengusaha. Guna menjalankan praktik K3 tentu saja memerlukan banyak peralatan pelindung bagi para pekerja dalam menjalankan pekerjaannya baik berupa topi pengaman, masker, dan sebagainya. Biasanya perusahaan yang telah berhasil menjalankan proses produksinya dengan prinsip K3 akan memperoleh penghargaan yang berupa ”ZERO ACCIDENT”.

4.     Perkebunan Inti Rakyat (PIR)
Sistem perkebunan yang melibatkan perkebunan besar milik Negara dan kecil milik rakyat. Perkebunan besar berfungsi sebagai inti dan motor penggerak perkebunan dimana semua bahan bakunya diambil dari perkebunan kecil disekitarnya.
5.    Sistem Bapak Anak- Anak angkat
Sistem ini melibatkan pengusaha besar yang mengangkat pengusaha kecil atau menengah sebagai mitra kerja yang harus mereka bina. Terkadang hal ini menyebabkan masalah kepada pengusaha besar, oleh karena itu dibutuhkan kesadaran tinggi dalam pelaksanaannya.
Sebagian besar perusahaan berusaha untuk bertanggung jawab kepada pihak yang ber kepentingan atas mereka, pertama-tama berfokus pada 5 kelompok utama, yaitu pelanggan, karyawan, investor, pemasok, dan komunitas lokal. Kemudian mereka dapat memilih pihak berkepentingan lainnya yang relevan atau penting bagi organisasinya dan mencoba memenuhi kebutuhan dan pengharapan mereka. Di bawah ini beberapa bentuk tanggung jawab perusahaan yaitu :
1.    Tanggung jawab terhadap pelanggan
Bisnis yang bertanggung jawab terhadap pelanggan mereka berusaha melayani pelanggannya secara wajar dan jujur. Mereka juga mencari cara untuk menetapkan harga secara wajar, menghargai garansi, memenuhi komitmen pengiriman pesanan dan mempertahankan kualitas produk yang mereka jual.
2.    Tanggung jawab terhadap karyawan
Bisnis yang bertanggung jawab secara sosial terhadap pekerjaannya memperlakukan karyawan dengan adil, menganggap pekerja sebagai tim, dan menghormati harga diri dan kebutuhan dasar manusiawi mereka.
3.    Tanggung jawab terhadap investor
Untuk mempertahankan sikap mental dan tanggung jawab sosial terhadap para investor, para manager harus mengikuti prosedur akuntansi yang pantas, memberikan informasi yang tepat kepada pihak berkepentingan mengenai kinerja keuangan perusahaan dan mengelola perusahaan untuk melindungi hak-hak dan investasi para pemegang saham.
4.    Tanggung jawab terhadap pemasok
Hubungan dengan para pemasok harus dikelola dengan hati-hati, terkadang perusahaan besar mudah untuk memanfaatkan pemasok dengan menentukan jadwal pengantaran yang tidak realistis dan mengurangi margin laba denagan cara menekan harga serendah mungkin. Namun banyak perusahaan yang mengakui pentingnya perjanjian persekutuan yang saling menguntungkan dengan pemasoknya. Sehingga antara perusahaan dengan pemasok memiliki hubungan yang baik.
5.    Tanggung jawab terhadap komunitas lokal atau masyarakat
Perusahaan harus peduli terhadap maasalah sosial pemeliharaan lingkungan. Hal inin tidak berarti bahwa perusahaan boleh mengabaikan tanggung jawab kepada 2 pihak berkepentingan terhadap bisnis lain. Tanggung jawab perusahaan terhadap stakeholders harus seimbang.
    Apabila lingkungan sekitar perusahaan tercemar dan tidak sehat, perusahaan dengan sendirinya akan terkena dampaknya. Dampak tersebut bisa beruapa turunnya kondisi kesehatan karyawan, ketidak hadiran karyawan yang akan mempengaruhi koperasi perusahaan dan mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba.

Terdapat 3 pendekatan dalam pembentukan tanggung jawab social:
1. pendekatan moral yaitu tindakan yang didasrkanpada prinsip kesatuan
2. pendekatan kepentingan bersama yaitu bahwa kebijakanmoral harus didasarkan pada standar kebersamaan, kewajaran dan kebebasan yang bertanggung jawab
3. kebijakan bermanfaat adalh tanggup jawab social yang didasarkan pada nilai apa yang dilakukan perusahaan menghasilakn manfaat besar bagi pihak berkepentuingan secara adil.
Mengelola reaksi terhadap tuntutan social
Dalam kaitan ini, para ilmuan administrasi, menejemen dan organisasi telah mengembangkan sebuah medel respon yang dapat dipilih perusahaan ketika mereka menghadapi sebuah masalah social.model – model tersebut adalah :
1.    Model obstruktif adlah respon terhadap tuntutan masyarakat dimana organisasi menolak tanggung jawab, menolak keabsahan dari bukti – bukti pelanggaran, dan munculkan upaya untuk merintanggi penyelidikan.
2.    Model defensif adalah bentuk respon teerhadap tuntutan masyarakat dimana perusahaan mengakui kesalahan yang berkaitan dengan ketelanjuran atau kelalaian tetapi tidak bertindak obstrutif.
3.    Model akomodatif adalah bentuk respon terhadap masyarakat dimana perusahaan melaksanakan atau memberi tanggung jawab social atau tindakannya selaras denga kepentingan public
Model Proaktif adaloah respon terhadap respon terhadap permintaan social diama organisasi berbeda, melalui uoaya mempelajari tnaggung jawabnya kepada masyararakat dan mealkukan tindakan yang diperlukan tanpa tekana dari mereka.
4.    Respondefensif perusahaan adalah cenderung pada aturan yang berlaku, sedangkan respon proaktif menggunakan konsep diskresioner sebagai bahan pertimbangan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

2.5 Polusi
Polusi udara merupakan peristiwa di mana udara yang bersih dicemari berbagai polutan seperti gas dan debu. Untuk kehidupan yang sehat manusia dan mahluk hidup lainnya seperti hewan darat dan tumbuhan memerlukan udara dengan kualitas tertentu. Ada ambang batas terjadinya polusi udara, artinya sampai kadar atau tingkat tertentu masih bisa ditolelir oleh mahluk hidup. Dengan kata lain polusi udara yang terjadi tidak sampai menimbulkan gangguan pernafasan atau gangguan kesehatan pada umumnya.
Hanya dalam kondisi lingkungan yang optimal bisnis dapat berkembang dengan baik, dan hanya dengan bisnis yang baik lingkungan akan berkembang ke arah yang optimal
Motto di atas dikembangkan dari tema seminar tentang lingkungan hidup yang pertama kalinya diadakan di Indonesia, diselenggarakan di Universitas Padjajaran, Bandung sekitar 39 tahun yang lalu.
Lantas dimanakah kaitan antara bisnis dengan persoalan lingkungan, apakah karena bisnis tertentu dapat menimbulkan masalah lingkungan, atau karena masalah lingkungan tertentu dapat dijadikan obyek bisnis ?. Jawabannya serba mungkin.untuk menumbuhkan kepedulian pegusaha terhadap masalah lingkungan harus dengan menggunakan bahasa bisnis. Bahasa bisnis lebih dimengerti mereka dan merupakan cara yang paling berbicara, serta bukan berarti bahasa moral menjadi tidak penting.
Terdapat seribu peluang bisnis di sekitar kita. Peluang bisnis dapat dicari melalui pengembangan gagasan atau inovasi. Pengembangan gagasan tersebut bisa dengan mencari peluang bisnis yang berkaitan dengan persoalan lingkungan, seperti pemanfaatan belukar bagi industri jamu-jamu dan kosmetik, mendirikan industri yang membuat alat-alat pencegah polusi udara, pencemaran sungai dan laut
Bagaimanapun juga suatu kegiatan bisnis akan berdampak langsung terhadap lingkungannya, apalagi bisnis yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya alam, seperti pertambangan, kehutanan, perikanan dan perkebunan, begitu pula untuk industri dan transportasi.
Eksploitasi sumber daya alam dapat diartikan sebagai pengrusakan lingkungan jika tidak disertai dengan usaha pemulihan. Umpamanya sebuah industri yang melakukan penebangan kayu maka diberi kewajiban membayar dana reboisasi atau melaksanakann penanaman kembali.
Untuk sektor perkebunan upaya pemulihan lingkungan dilaksanakan melalui Tri Dharma Perkebunan, di antaranya berupaya menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesuburan tanah serta tanamannya. Tetapi masalah lingkungan pada sektor tersebut masih tetap muncul, adanya puluhan ribu hektar perkebunan terlantar menyebabkan kondisi lingkungan menjadi rusak. Hal tersebut disebabkan karena pengurusan bisnis yang tidak  memperhatikan aspek lingkungan.
Setiap tahun sekali pemerintah memberikan Kalpataru sebagai penghargaan tertinggi di bidang lingkungan kepada perorangan atau kelompok, tokoh perintis, penyelamat dan pengabdi lingkungan. Penghargaan diberikan sejak tahun 1980 untuk memperingati hari lingkungan hidup sedunia. Untuk tahun 2010 ada 12 orang penerima Kalpataru, masing-masing untuk  Kategori Perintis Lingkungan,  Pengabdi Lingkungan,  Penyelamat Lingkungan  dan  Pembina Lingkungan. Selain Kalpataru ada juga  penghargaan Adipura, yang diberikan  kepada 140 kabupaten dan kota; serta penghargaan Adiwiyata Mandiri 2010 kepada 25 sekolah.
Jika kita mencoba membandingkan antara jumlah perorangan atau kelompok perintis, penyelamat dan pengabdi lingkungan dengan jumlah perorangan atau kelompok perusak dan pencemar lingkungan, diperoleh suatu nisbah yang tidak berimbang.
Secara kuantitatif mereka yang tergolong perintis, penyelamat dan pengabdi lingkungan hanya segelintir orang saja, dengan wilayah aktivitasnya yang terbatas. Sedangkan mereka yang tergolong perusak dan pencemar lingkungan sudah tidak terhitung lagi, dengan wilayah aktivitas yang menyebar di seluruh tanah air, bahkan sampai ke pelosok-pelosok Kalimantan dan Papua.
Mereka yang tergolong perusak dan pencemar lingkungan sebagian di antaranya merupakan pebisnis. Ada yang merambah hutan di pedalaman Kalimantan, Papua, Jambi, Riau dan sebagainya; Ada yang terus-menerus mengasapi udara dengan debu dan polutan; ada juga yang membongkar dan menggali permukaan bumi, sehingga terbentuk lubang-lubang raksasa; ada juga yang terus-menerus meracuni perairan, baik di sungai atau laut.
Sudah selayaknya diberikan sanksi kepada pebisnis yang melukai, mencemari dan mengacaukan keharmonian lingkungan. Sebagaimana para penerima Kalpataru, para penoda lingkungan pun perlu diumukan kepada masyarakat, supaya ada efek jera. Bisnis dan lingkungan memang seolah saling bertolak belakang, membentuk disergi. Namun untuk kelestarian lingkungan dan masa depan manusia, seharusnya bisnis bisa sejalan dengan lingkungan. (Atep Afia).

Cara Mengatasi Pencemaran Udara
Cara mengatasi pencemaran udara adalah langkah-langkah yang ditempuh dalam mengatasi dan menanggulangi pencemaran udara. Cara ini dilakukan untuk membuat udara kita yang kotor dan tercemar oleh kandungan zat-zat kotor yang ada di dalam udara tergantikan dengan udara yang bersih dan sejuk.
Udara yang bersih ini adalah udara yang baik untuk kesehatan manusia. Udara ini banyakmengandung oksigen sebagai zat yang sanagt dibutuhkan untuk pernapasan semua makhluk hidup yang ada.
Sedangkan udara yang kotor atau tercemar adalah udara yang sedikit sekali mengandung oksigen. Justru udara kotor ini mengandung zat-zat yang memberikan efek buruk bagi kesehatan manusia seperti karbondioksida atau pun karbonmonoksida. Zat ini jika terhirup oleh tubuh kita akan memberikan efek yang buruk bagi kesehatan kita, terlebih dapat pula menyebabkan penyakit.
Bisnis sarana transportasi dapat menimbulkan pencemaran udara terutama kendaraan-kendaraan bermotor dengan sistem pembakaran yang kurang sempurna. Di daerah perkotaan selain dari kendaraan bermotor, pencemaran udara juga disebabkan banyaknya industri, buangan rumah penduduk dan makin langkanya ruang terbuka hijau (RTH).
Luas RTH saat ini baru mencapai 9,8 persen dari luas daratan Provinsi DKI Jakarta yang mencapai 661,52 kilometer persegi. Namun kalau mengacu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 63 Tahun 2002 tentang Pengelolaan Hutan Kota, idealnya sebuah kota harus memiliki 30 persen RTH. Jadi kalau Jakarta mau berudara sehat dan bersih, harus memiliki RTH sekitar 198,46 kilometer persegi. Sama dengan kasus di Jakarta, kota-kota besar lainnya pun mengalamai keterbatasan RTH.
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara menyebutkan, bahwa indikator kualitas udara bersih jika partikel debu maksimal 60 mikrogram per meter kubik. Saat ini kondisi udara di Jakarta jauh sudah mencapai 150 mikrogram per meter kubik, berate sudah jauh melampaui ambang batas. Apalagi kalau mengacu pada standar WHO, yang memberi batas kandungan partikel debu 20 mikrogram per meter kubik. Selain debu material polutan lainnya seperti sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan hydro karbon, yang dibeberapa lokasi kadarnya sudah melampaui ambang batas.
Dari berbagai masalah pencemaran udara dapat melahirkan gagasan bisnis. Yang paling sederhana dengan mendirikan industry pembuatan masker penyaring debu. Industrinya akan berkembang jika penggunaan masker telah dilegalisasi sebagaimana penggunaan helm untuk pengendara motor. Anjuran oenggunaan masker penyaring debu secara masal dapat terjadi jika pencemaran asbut (asap-kabut) atau smog (smoke-fog) melanda kota-kota di negara kita. Hal itu pernah terjadi di Tokyo dan beberapa kota di Inggris.
Dengan adanya peraturan mengenai pembatasan jenis kendaraan yang menyebabkan polusi udara, maka kalangan bisnispun bisa ikut serta dalam pengadaan kendaraan bermotor yang dianggap lebih ramah udara. Mulai awal tahun 1990-an ketentuan mengenai pengurangan emisi mulai diterapkan. Semua kendaraan baru yang diproduksi sejak Januari 1990 harus dilengkapi dengan alat katalisator, yaitu untuk menekan emisi atau buangan gas ke udara.
Pemda DKI Jakarta telah menerapakan aturan sejak tahun 1990, antara lain menyangkut penanganan polusi ambient (disumbernya) maupun emisinya (pencemaran diatmosfer), mengatur penggunaan bahan bakar gas (BBG) dan pelaksanaan clean air programme.

Bukankah dari berbagai usaha penanganan pencemaran udara tersebut akan mengundang kalangan bisnis untuk secara langsung memberikan andil, umpamanya dengan mendirikan industri pembuatan alat katalisator dan pemasaran BBG.
Selain itu polusi udara yang disebabkan asap pabrik bisa memacu pengembangan teknologi dan bisnis alat peredam polutan. Selain itu bisa mendorong pengambangan industri bahan baku dan mesin yang ramah lingkungan.
Begitu pula untuk menekan emisi dari rumah tangga, maka akan mendorong pengembangan industri kompor gas yang lebih rendah tingkat polusinya. Begitu pula dalam pengelolaan sampah yang biasanya dilakukan dengan cara pembakaran, bisa digantikan dengan mengembangan mesin-mesin pemilah dan pengelolaan sampah, sehingga menghasilkan nilai ekonomi.
Sedangkan untuk memperluas RTH maka akan memacu bisnis tanaman dan pertamanan pada umumnya. Usha pembibitan tanaman peneduh, tanaman hias dan tanaman produktif makin terbuka dan membuka peluang usaha bagi sebagian masyarakat.
Mungkin inilah yang dimaksudkan sebagai bahasa bisnis yang menekankan faktor keuntungan (profit gain) dan peluang bisnisnya (business opportunity), hingga terbukanya mata pengusaha bahwa upaya pemeliharaan keutuhan lingkungan ternyata mampu memberikan manfaat bisnis yang besar. Dalam upaya menekan polusi udara ternyata prinsip dan praktek bisnis bisa diterapkan

Kondisi Udara Kita

Udara adalah hal yang penting dalam kehidupan makhluk hidup di bumi. Namun, belakangan ini manusia semakin tidak mempedulikan kelestarian alam dan lingkungan. Manusia terkesan tak acuh untuk merawat alam di bumi tempat kita hidup ini. Padahal, udara (O2) yang kita hirup ini merupakan hasil proses fotosintesis tumbuhan hijau.
Di bumi, setiap mahluk hidup sejatinya saling ketergantungan. Oleh karena itu, ada istilah simbiosis mutualisme (ketergantungan yang saling menguntungkan). Kelangsungan kehidupan manusia pun tidak bisa dilepaskan dari kelangsungan kehidupan alam sekitar.
Belakangan ini, isu mengenai pemanasan global atau global warming semakin dibicarakan dengan serius. Pemanasan suhu bumi ini menyebabkan berlubangnya lapisan ozon yang melindungi bumi dari panas matahari dan juga perubahan iklim secara ekstrem.
Perubahan iklim yang ekstrem ini akan membuat kacau sistem pertanian, perkebunan, dan kehidupan manusia karena musim sudah tidak bisa diprediksi kapan datang dan bergantinya. Bahkan, terkadang mengalami puncak perubahan yang ekstrem. Misalnya, pagi terik, namun ketika siang hari hujan lebat disertai angin kencang.
Salah satu yang menyebabkan pemanasan global adalah pencemaran udara. Kendaraan bermotor maupun pabrik-pabrik raksasa dengan begitu leluasa dan tanpa rasa bersalah membuang limbah gas ke angkasa bercampur dengan udara bebas yang bersih sehingga dapat dipastikan udara langsung tercemar.

Udara bebas yang tercemar tersebut adalah udara yang setiap kali kita hirup di tengah rutinitas harian di kota-kota besar. Udara yang tercemar itu membawa partikel-partikel beracun ke dalam tubuh tanpa kita sadari.
Betapa tersiksanya tubuh kita ini selama 24 jam dalam sehari menghirup udara beracun. Tentu bukan keadaan seperti ini yang Anda inginkan. Oleh karena itu, mari kita cegah pencemaran udara.

Cara Mengatasi Pencemaran Udara
Berikut ini merupakan beberapa cara mengatasi pencemaran udara:

Menanam dan merawat tumbuhan di sekitar lingkungan kita. Berapa pun luas area kosong di rumah atau di tempat kerja kita, tanamilah dengan tumbuhan. Hal ini berguna untuk menyejukkan dan mengurangi jumlah polusi udara di sekitar kita. Jika lahan kosong benar-benar tidak ada, Anda bisa memelihara tanaman dalam pot dan meletakkannya atau bisa juga menggantungnya di teras atau beranda rumah.
Hal ini merupakan tindakan yang paling efektif dalam mengatasi pencemaran udara yang ada. Tumbuhan yang ada di sekitar kita akan berperan layaknya seorang dokter yang menyembuhkan pasiennya yang sedang sakit.
Udara yang telah tercemar tentu banyak mengandung zat yang berbahaya. Tumbuhan melakukan sebuah kegiatan yang menjadi kegiatan paling utama dan terpenting untuk keberlangsungan kehidupan semua makhluk hidup yang ada di muka bumi ini. Kegiatan tersebut kita kenal dengan sebutan fotosintesis.
Proses fotosintesis ini adalah sebuah proses yang juga dapat dikenal dengan sebuah proses memasak makanan oleh tumbuhan. Dikatakan demikian karena memang proses ini dilakukan oleh tumbuhan untuk menghasilkan makanan bagi tumbuhan itu sendiri. Hasil makanan yang telah dihasilkan ini pun nantinya juga dapat dimanfaatkan bagi makhluk hidup yang lain yaitu hewan dan manusia.

Dalam proses fotosintesis ini, tumbuhan membutuhkan suatu zat yang terkandung di dalam uadar. Sejatinya zat ini adalah zat yang kurang bermanfaat bagi kehidupan hewan dan manusia. Hal ini terjadi karena zat tersebut adalah zat sisa proses pernapasan yang dilakukan oelh keduanya. Jadi zat ini haruslah dikeluarkan dari dalam tubuh dan tak boleh untuk dihirup lagi ke dalam tubuh manusia. Zat ini adalah zat karbondioksida.
Jumlah kandungan karbondioksida yang banyak di udara akan menjadi zat polutan. Zat ini akan mencemari udara dan membuatnya menjadi kotor. Dengan proses fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan ini, tumbuhan menyerap karbondioksida yang ada di dalam udara. Dengan ini tentu kandungan karbondioksida di dalam udara menjadi berkurang.
Hasil fotosintesis ini juga sangat berperan dalam keberlangsungan hidup makhluk hidup di dunia. Tumbuhan menghasilkan oksigen dari proses fotosintesis yang dilakukan. Oksigen adalah sebuah zat yang sangat dibutuhkan dalam proses pernapasan yang dilakukan manusi dan makhluk hidup yang lain.
Proses pernapasan adalah sebuah proses pengambilan oksigen dari dalam udara. Oksigen ini sangat dibutuhkan untuk proses pembakaran bahan makanan yang telah dicerna oleh manusia. Dari proses pembakaran ini. Manusia akan mendapatkan energi untuk melakukan segala aktivitas kesehariannya.
Semakin banyak jumlah kadar oksigen yang ada di dalam udara maka itu menunjukkan bahwa udara dalam keadaan yang baik bagi kesehatan manusia. Dengan banyaknya kadar oksiegn dalam udara makla itu tidak akan membahayakan kesehatan.
Peran yang sangat besar dari tanaman atau tumbuhan yang kita tanam. Seberapa pun ukuran dari tanaman itu, tetap dapat memberikan manfaat yang begitu besaar. Maka dari itu, sekranglah saatnya untuk menanam tanaman di kebun kita.
Gunakan kendaraan bermotor, mobil ataupun motor, seefisian mungkin. Jika Anda memiliki 2 mobil, satu untuk Anda dan satu lagi milik pasangan Anda, kenapa tidak menggunakan satu saja? Anda bisa mengantar jemput pasangan sambil berangkat dan pulang kantor bukan?
Gunakan transportasi umum. Jika tidak perlu sekali, simpan kendaraan pribadi Anda di rumah dan gunakan transportasi umum yang ada. Ini akan membantu mengurangi jumlah kendaraan yang membuang polusinya setiap hari ke angkasa.
Mungkin kita lebih merasa nyaman menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan dengan kendaraan umum karena memang banyak sekali kekurangan yang dimiliki transportasi umum kita. Namun saat ini, pemerintah kita telah melakukan banyak hal untuk memperbaiki kualitas sistem transportasi kita.
Ikut komunitas bersepeda. Alat transportasi yang ramah lingkungan seperti sepeda akan sangat membantu untuk mengurangi polusi udara di kota, terlebih dengan bersepeda Anda juga sehat karena aktivitas ini bagus untuk jantung.
Selain baik untuk kesehatan, dengan bersepeda kita akan mengurangi jumlah gas buangan kendaraan bermotor karena memang sepeda yang kita kendarai tidak menghasilkan gas buangan.
Gunakan kendaraan yang ramah lingkungan seperti becak, sepeda, dokar atau delman. Jika menggunakan mobil atau motor, sebaiknya selalu lakukan pengecekan supaya mesin kendaraan bagus dan mengurangi polusi udara dengan memastikan emisi pembuangan di kendaraan Anda baik.
Tentu kita sering menemui mobil atau sepeda motor yang ketika berada di jalan raya, mengeluarkan gas tebal berwarna hitam. Tentu gas ini adalah sangat berbahaya bagi kesehatan manusia yang menghirupnya.
Sebagai seorang yang memiliki kesadaran terhadap lingkungan yang tinggi, kita harus benar-benar yakin bahwa kendaraan bermotor yang kit miliki tidak akan menyumbangkan polusi di lingkungan kita.
Kita dapat melakukan tes uji emisi kenderaan bermotor. Tes ini mengukur seberapa besar kandungan zat berbahaya yang akan dikeluarkan oleh kendaraan bermotor kita. Dengan tes ini, kita akan mengatahui apakah kendaraan kita masih layak jalan atau tidak. Ini didasarkan pada buangan gas yang dikeluarkannya.

Gunakan bahan bakar yang ramah lingkungan.
Saat ini memang telah banyak dikembangkan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan. Kita dapat memakainnya sebagai ganti dari bahan bakar minyak yang lebih tidak ramah lingkungan.Lakukan gerakan menanam pohon dengan baik di lingkungan pinggir jalan yang berkoordinasi dengan dinas tata kota atau Anda bisa melakukan sebuah acara khusus untuk mewujudkan gerakan cinta kepada lingkungan dan stop polusi udara.
Ayo lakukan beberapa cara mengatasi pencemaran udara saat ini juga karena inilah warisan berharga untuk anak cucu kita di masa depan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s